Grab, Halodoc, Nusantics Atasi Corona Lewat Vaksin–Cek Kualitas Udara


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah melibatkan startup seperti Grab, Halodoc, dan Nusantics untuk menangani pandemi corona. Caranya, dengan menggelar vaksinasi Covid-19 hingga mendeteksi keamanan udara di ruangan.

Grab menggaet Good Doctor membuat program vaksinasi secara drive thru di beberapa wilayah seperti Bali, Tangerang, Palembang, Solo hingga Medan. “Semakin banyak orang mendapatkan vaksinasi, semakin cepat pemulihan,” kata Director of Jabodetabek Operation Grab Indonesia Agung Nugroho dalam acara Katadata Virtual Event, Selasa (4/5).

Di Bali misalnya, decacorn Singapura itu menyediakan vaksinasi kepada sekitar 3.000 pekerja pariwisata dan pengemudi angkutan umum untuk tahap awal. Lalu, menggelar vaksinasi untuk mitra pengemudi secara berkala. “Sudah sebagian besar driver sudah divaksin,” ujarnya.

Agung mengatakan, pengguna akan mendapatkan informasi di aplikasi yang menunjukkan bahwa pengemudi telah divaksin. Selain itu, ada stiker terkait hal ini.

Grab juga menerapkan protokol kesehatan seperti memberikan partisi untuk GrabBike atau GrabCar, dan mewajibkan penggunaan masker. Sederet langkah itu dilakukan agar masyarakat tidak khawatir menggunakan layanan transportasi saat pandemi corona.

Halodoc juga menyediakan program vaksinasi di tujuh lokasi di Sumatera, Bogor, Surabaya, Yogyakarta, dan Medan. Vaksinasi Covid-19 dosis pertama sudah diberikan kepada hampir 50 ribu orang per awal April.

Startup kesehatan bekerja sama dengan decacorn Tanah Air, Gojek dalam memberikan vaksinasi kepada mitra pengemudi taksi dan ojek online. Ini tersedia di dua lokasi di Jakarta, yakni Kemayoran, Jakarta Pusat dan WestOne City Cengkareng, Jakarta Barat.

Gojek dan Halodoc menargetkan 40 ribu mitra pengemudi divaksinasi Covid-19.

Selain vaksinasi, VP of Marketing Halodoc Felicia Kawilarang mengatakan, perusahaan mengembangkan berbagai inovasi untuk penanganan pandemi virus corona. Salah satunya, membuat layanan chatbot konsultasi seputar Covid-19. “Kami juga memberikan konten edukasi,” ujarnya. 

Kemudian, perusahaan membuat layanan tes Covid-19 secara drive thru di 34 titik. Hingga saat ini, tes Covid-19 telah digunakan oleh 600 ribu lebih pengguna.

Perusahaan rintisan lain yang berinovasi yakni Nusantics. Startup bioteknologi ini menggaet Cinema XXI dalam mengembangkan penelitian untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus SARS COV-2 atau penyebab Covid-19 di studio. 

Dalam proses penelitian itu, peneliti Nusantics melakukan pengambilan sampel udara dengan alat khusus di lima lokasi bioskop Cinema XXI pada 23 – 27 Maret lalu. Ini dilakukan sebelum jam tayang pertama dan setelah jam tayang terakhir di studio bioskop.

Hasilnya, tidak ditemukan partikel virus SARS COV-2 atau mutasinya seperti B.1.1.7, B.1.351, E484K dan D614G.

“Kami pastikan agar udaranya aman. Memastikan gedung itu steril,” kata CEO dan Co-founder Nusantics Sharlini Eriza Putri.

Sebelumnya Nusantics juga tergabung dalam gugus tugas penanggulangan pandemi corona yang dibentuk oleh BPPT. Nusantics merancang desain utama PCR test kit untuk mendeteksi Covid-19 dengan strain virus lokal dan mutasi terbaru yang kemudian diproduksi oleh Biofarma.

Alat tersebut juga telah digunakan di seluruh Indonesia sejak April 2020.

Bagikan:

Tinggalkan komentar