Sri Mulyani Imbau Masyarakat Belanja Baju Baru untuk Lebaran


Pemerintah berharap konsumsi rumah tangga meningkat sehigga mampu mendongkrak ekonomi pada kuartal kedua 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengimbau masyarakat agar berbelanja baju baru dan bingkisan Lebaran untuk menggerakkan ekonomi.

“Ada bagusnya Lebaran kita tetap menggunakan baju baru sehingga muncul aktivitas ekonomi. Kami harapkan masyarakat tetap menyambut Lebaran dengan gembira, tetapi menjaga agar penularan Covid-19 tidak terjadi,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN Kita Edisi April 2021, Kamis (22/4).

Ia menjelaskan, pemerintah akan menggunakan berbagai instrumen secara kreatif untuk mendongkrak ekonomi. Salah satu yang akan dilakukan pemerintah adalah memberikan subsidi ongkos kirim (ongkir) pada Hari Belanja Nasional (Harbolnas) yang akan diadakan mendekati Hari Raya Idul Fitri.

“Harbolnas ini tujuannya agar meski tidak bertemu, Anda tetap dapat mengirimkan bingkisan kepada orang-orang yang disayangi. Dengan teknologi digital yang ada saat ini, ini memungkinkan,” katanya.

Pemerintah telah menyiapkan Rp 30,6 triliun untuk membayarkan THR bagi aparatur sipil negara. Sri Mulyani berharap konsumsi yang meningkat setiap tahun mendekati Lebaran tetap terjadi pada tahun ini meski masih ada Pandemi dan larangan mudik.

Investasi juga diperkirakan meningkat sehingga mampu mendorong ekonomi pada kuartal kedua menuju zona positif.

“Ini semua resep untuk memulihkan ekonomi tanpa menyebabkan terjadinya lonjakan kasus Covid-19,” ujarnya.

Meski saat ini kasus Covid-19 di Indonesia terkendali, ia mengingatkan agar masyarakat tetap waspada agar kejadian yang saat ini berlangsung di India tak menimpa negara ini. India mencatatkan rekor kasus harian baru dunia mencapai 314 ribu kasus pada Kamis (22/4).

“Kalau sampai terjadi seperti di India, pasti aktivitas terpaksa dibatasi. Jika kasus harian mencapai 300 ribu, tidak ada pilian lain karena ini pasti menimbulkan drama kemanusiaan,” kata dia.

 Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan membayarkan THR PNS pada akhir April atau awal Mei. Ini diharapkan akan mendorong konsumsi rumah tangga.

“Untuk melengkapi kebijakan ini, pemerintah juga akan mendorong percepatan belanja sosial,” ujarnya.

Pemerintah akan mempercepat pembayaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 500 miliar untuk subsidi ongkir dalam pelaksanaan Harbolnas pada Ramadan ini.

“Platform akan ikut bekerja sama untuk mengirimkan bingkisan sehinga bisa sampai di kerabat, handai taulan, teman sebelum Lebaran. Jadi walaupun tidak mudik, bisa tetap bagi-bagi bingkisan,” katanya.

Bank Indonesia memproyeksikan kebutuhan uang kartal untuk Ramadan dan Idul Fitri 2021 mencapai Rp 152,14 triliun. Nilai tersebut meningkat 39,33% dibandingkan realisasi penarikan di perbankan pada tahun lalu yang sebesar Rp 109,2 triliun.

 

Bagikan:

Tinggalkan komentar