Jokowi: 4,6 juta Vaksin Astrazeneca Bakal Tiba Bulan Ini

1 min read


Pemerintah terus meningkatkan stok vaksin Covid-19 dalam negeri. Presiden Joko Widodo mengatakan, vaksin Astrazeneca sebanyak 4,6 juta dosis akan segera tiba pada bulan ini.

Vaksin yang dikembangkan Universitas Oxford, Inggris itu akan dikirim dalam bentuk jadi. “Maret ini akan datang lagi vaksin dari Astrazeneca sebanyak 4,6 juta dosis vaksin jadi. Artinya, kita bisa mempercepat proses vaksinasi,” kata Jokowi dalam tayangan video, Kamis (4/3).

Saat ini, Indoneia telah memiliki 38 juta vaksin Covid-19. Sebanyak 3 juta dosis merupakan vaksin bentuk jadi yang diimpor pada Desember 2020 lalu.

Selebihnya, 35 juta vaksin dikirim dalam bentuk bahan baku. Adapun, 15 juta vaksin tiba di Tanah Air pada Januari 2021. Kemudian, 10 juta bahan baku vaksin tiba pada Februari dan 10 juta lainnya pada Maret ini.

Berikut adalah Databoks negara-negara yang telah memesan vaksin AstraZeneca: 

Mantan Walikota Solo itu mengatakan, vaksinasi dilakukan dengan memprioritaskan masyarakat dengan risiko tinggi, yaitu tenaga kesehatan dan lansia. Selain itu, pemberian vaksin telah dilakukan kepada pelayan publik, guru, awak media, pedagang pasar, TNI, Polri, kementerian, dan atlet.

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk melakukan vaksinasi dengan lebih cepat agar kekebalan kelompok (herd immunity) bisa tercapai. Sebab, vaksinasi menjadi salah satu kunci mengendalikan penularan Covid-19.

Untuk itu, vaksinasi tidak hanya terbatas di Jakarta. Program ini akan terus bergulir ke semua provinsi, mulai dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Semuanya akan memulai secara besar-besaran proses vaksinasi. Tentunya didukung distribusi yang baik,” ujar dia.

Jokowi mencatat, vaksin virus corona telah disuntik kepada lebih dari 2 juta orang. Selain itu, 12 juta dosis vaksin sudah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota.

Ia menargetkan, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada 40 juta orang pada periode Januari-Juni. Selain itu, Jokowi menargetkan vaksin bisa diberikan kepada 1 juta orang per hari.

“Ini agar pelaksanaan vaksinasi selesai tepat waktu, sesusai target,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *