Tim WHO Mulai Investigasi Asal Mula Covid-19 di Wuhan

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Tim dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO akhirnya memulai investigasi asal usul virus corona. Tim akan menyelidiki pasar basah di Kota Wuhan, Tiongkok, untuk mencari tahu bagaimana pasien pertama dapat terinfeksi Covid-19.

Tim yang terdiri dari ahli internasional dan pejabat WHO itu sebelumnya melakukan karantina selama dua pekan. Selama masa karantina itu, mereka bekerja sama dengan ilmuwan Tiongkok menganalisa data-data ilmiah terkait penyebaran Covid-19.

Sejuah ini, ada beberapa teori kontroversi terkait asal usul Covid-19. Salah satunya berasal dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut virus corona muncul dari kebocoran laboratorium di Wuhan. 

Teori itu dibantah oleh Tiongkok dengan menyatakan bahwa virus corona itu bisa diimpor melalui makanan beku. Sedangkan beberapa ilmuwan percaya virus itu berasal dari kelelawar yang menginfeksi hewan lain dan akhirnya menular ke manusia. 

Meksipun banyak beredar teori terkait asal usul Covid-19, anggota tim WHO Peter Daszak memastikan penyelidikan akan mengikui kaidah ilmiah. “Kami akui banyak permainan politik yang saling menyalahkanm namun ilmu pengetahuan yang memimpin di sini,” kata Daszak yang juga ahli ekologi penyakit dan Presiden Aliansi EcoHealth di AS seperti dikutip dari smcp.com  pada Rabu (27/1).

Sebelumnya, Daszak mengatakan dalam podcast sains “Going Viral” pada pekan lalu bahwa pendekatan misinya yaitu melacak kembali kontak dan aktivitas dari kasus pertama. “Jika petunjuk itu membawa kami ke laboratorium, maka kami pasti akan mulai menanyakan tentang laboratorium. Jika petunjuk itu membawa kami ke bagian lain Tiongkok, atau bahkan negara lain, kami akan mengikutinya, “katanya.

Meskipun tim WHO akan berusaha mengabaikan elemen politik dalam investigasi tersebut, namun hal itu sulit dilaksanakan. Panel Independen untuk Kesiapsiagaan dan Respons Pandemi mengatakan bahwa WHO dan Tiongkok seharusnya dapat bertindak lebih cepat untuk menahan pandemi Covid-19.

Beberapa negara, terutama Amerika Serikat dan Australia, menuduh Beijing meremehkan tingkat keparahan wabah pada tahap awal. Negara tersebut juga dituding tidak memberikan respon yang positif terhadap wabah Covid-19 sampai semuanya sudah terlambat. Apalagi pejabat di Wuhan telah membungkam pelapor dan menyembunyikan bukti penularan virus di antara manusia.

Terkait hal tersebut, Kepala Delegasi AS untuk WHO meminta Tiongkok mengizinkan tim di Wuhan untuk mengakses tenaga medis, mantan pasien, dan pekerja laboratorium. Selain itu, mereka meminta Tiongkok membagikan semua studi ilmiah tentang sampel hewan, manusia, dan lingkungan yang diambil dari pasar di Wuhan.

“Kami memiliki tugas serius untuk memastikan bahwa penyelidikan kritis ini kredibel dan dilakukan secara objektif dan transparan,” kata perwakilan AS Garrett Grigsby dilansir dari CNN.com.

Profesor virologi di Universitas Hong Kong, Jin Dongyan, mengatakan bakal sangat sulit mendapatkan bukti asal usul SARS-COV-2. Pasalnya, Pemerintah Tiongkok telah berkali-kali membersihkan Kota Wuhan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

Hal tersebut dapat berakibat hilangnya jejak awal virus corona. “Ini benar-benar menantang, dan saya ragu para ahli internasional ini dapat menemukan apa pun. Saya tidak terlalu optimis,” ujar Dongyan.

Yanzhong Huang, seorang rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations, mengatakan keberhasilan tim WHO akan sangat tergantung pada kerja sama Tiongkok dalam hal berbagi penelitian, akses ke tempat-tempat yang  berpotensi diinvestigasi, dan berbicara dengan orang yang mereka butuhkan dalam penyelidikan. 

“Masalah utamanya yaitu asal usul Covid-19 telah dipolitisasi sehingga membuatnya sangat sulit untuk melakukan penyelidikan yang independen, transparan, dan menyeluruh,” kata Huang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *