Produsen Besar tapi Ekspor Kopi RI Kalah dari Swis

1 min read


Indonesia merupakan produsen kopi terbesar ke-4 di dunia. Meski begitu, ekspor kopi Indonesia masih kalah dari Swis yang tak punya kebun.

“Kita memang produsen nomor 4. Itu kan soal kuantitas. Tapi sebagai eksportir, kita nomor 9,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan Kasan Muhri di kantornya, Jakarta, Kamis (28/1).

Sementara itu, menurut nilainya, Swis merupakan eksportir kopi terbesar nomor 5 di dunia. Kasan meyakini, Swis memiliki produk ekspor yang bernilai tinggi dibandingkan Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas kopi nusantara dinilai penting. “Jadi kualitas dari kuantitas yang ada itu yang memperoleh nilainya orang lain,” kata Kasan.

Kementerian Perdagangan pun akan mendorong ekspor kopi ke beberapa negara, seperti Jerman, Mesir, hingga Australia. Namun, saat ini pemerintah akan fokus untuk meningkatkan ekspor ke Jerman.

Untuk mendukung hal itu, Kemendag bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan observasi selera konsumen kopi di Jerman.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman telah mengumpulkan 24 sampel kopi dari seluruh Jerman. Selanjutnya, sampel kopi Jerman tersebut diobservasi untuk mengetahui selera konsumen Jerman.

Sementara di Indonesia, Kemendag bersama dengan asosiasi kopi telah mengumpulkan 150 kopi nusantara. “Sebagian coffee bean, sebagian roasted,” kata Direktur Pengembangan Produk Ekspor Olvy Andrianita.

Setelah itu, Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (SCAI) melakukan evaluasi karakteristik kopi nusantara tersebut (cupping). Ketua SCAI Daryanto Witarsa mengatakan, cupping kopi nusantara berlangsung selama dua hari.

“Tidak semuanya kopi spesialti. Ada komersial dan robusta,” ujar dia. Pihaknya pun akan memberikan nilai serta mencocokkan kopi nusantara tersebut dengan selera pasar Jerman.

Sementara itu, konsumsi kopi domestik Indonesia terus tumbuh. Simak Databoks berikut: 

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, peningkatan ekspor kopi ke Jerman sesuai arahan Menteri Perdagangan. “Ini tugas kita semua, pemerintah, masyarakat, pelaku, dan asosiasi untuk mempromosikan secara terus menurus dan tanpa lelah,” katanya.

Mengutip dari Indonesia Investments, Indonesia memproduksi beberapa kopi spesialti. Kopi spesialti yang paling terkenal ialah kopi luwak, kopi Toraja, kopi Aceh, dan kopi Mandailing.

Adapun, kopi luwak merupakan jenis kopi paling terkenal serta menjadi kopi termahal di dunia. Kopi ni diseduh dari kacang yang telah melewati sistem pencernaan musang sawit Asia. Karena proses fermentasi khusus di dalam hewan, kopi ini diyakini memiliki rasa yang lebih kaya.

Selain itu, proses produksi kopi luwak yang padat karya dan kelangkaannya di pasar internasional menyebabkan harganya menjadi mahal.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *