Fintech Pendidikan Tekan Kredit Macet: Gaet UMKM & Buka Lowongan Kerja

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pelajar dan mahasiswa ikut terkena dampak pandemi corona. Untuk menekan kredit macet, perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) khusus pendidikan Pintek dan Cicil pun menggaet Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga membuat fitur lowongan kerja.

Pintek memilih untuk merambah sektor UMKM di tengah pandemi Covid-19. Namun, pelaku usaha yang disasar tetap terkait pendidikan seperti penyedia barang dan jasa di Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah). 

Sistem itu dibuat pemerintah untuk mengoordinasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam pengadaan barang dan jasa sekolah seperti kebutuhan buku, seragam, barang elektronik, dan lainnya.

“Pinjaman yang diberikan untuk mengoptimalkan permodalan (UMKM),” kata Co-Founder sekaligus Direktur Utama Pintek Tommy Yuwono dalam siaran pers, Kamis (21/1). Perluasan pembiayaan ini untuk meningkatkan transaksi, tetapi tetap meminimalkan risiko kredit.

Sebelumnya, Tommy mengatakan bahwa risiko pembiayaan untuk pelajar, mahasiswa maupun institusi pendidikan cukup tinggi karena bersifat konsumtif dan tidak ada jamina. Saat pagebluk virus corona, risiko meningkat karena pendapatan sebagian masyarakata menurun.

Akibat kondisi itu juga, kebutuhan pembiayaan untuk pendidikan meningkat. Pintek mencatat, permintaan pinjaman di sektor ini meningkat 10 kali lipat per Juli 2020 dibandingkan 2019.

Sedangkan untuk UMKM, fintech bisa berbagi data guna keperluan analisisi risiko kredit menggunakan pusat data fintech lending alias pusdafil. Juru bicara AFPI Andi Taufan Garuda Putra mengatakan, sistem itu disesuaikan dengan performa UMKM saat ini.

“Sistemnya bergerak dinamis, menyesuaikan profil peminjam yang sebagian besar UMKM,” kata Andi kepada Katadata.co.id, Kamis (21/1). Dengan begitu, fintech dapat mengantisipasi risiko kredit macet.

Fintech pendidikan lainnya, Cicil memilih untuk meluncurkan fitur Cicil Jobs pada tahun lalu. Melalui fitur ini, mahasiswa peminjam dapat melamar pekerjaan sebagai tenaga survei, pengulas UMKM hingga influencer.

Perusahaan meluncurkan fitur Cicil Jobs untuk meningkatkan kemampuan mahasiwa membayar. Peminjam bisa mencari dan melamar pekerjaan melalui fitur anyar itu.

Co-Founder sekaligus CEO Cicil Edward Widjonarko mengatakan, strategi itu dilakukan, sebab kemampuan mahasiswa peminjam membayar cicilan menurun selama pandemi corona. 

Tingkat keberhasilan pengembalian pinjaman maksimal 90 hari setelah jatuh tempo atau TKB 90 mencapai 97,22% per September 2020. Kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) Cicil pun meningkat menjadi 1% pada masa pagebluk ini.

“Kami harus bertanggung jawab. Bukan hanya kepada mahasiswa, tetapi juga pemberi pinjaman (lender),” kata Edward saat konferensi pers virtual, September tahun lalu (11/9/2020).   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *