25 Ribu Masker Gratis untuk Warga Tak Mampu di Kota Bandung

1 min read


Pemerintah Provinsi Jawa Barat membagikan 25 ribu masker kepada warga kota Bandung. Pembagian itu melibatkan dua organisasi masyarakat yakni GP Ansor Jawa Barat dan juga Banser.

Masker tersebut merupakan bantuan dari PT Arata Jaya Mandiri. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja memberikan apresiasi atas bantuan masker tersebut.

Menurut dia, gotong royong menjadi modal sosial yang perlu dirawat untuk menangani pandemi Covid-19. Semua pihak, mulai dari swasta sampai masyarakat, harus berkontribusi melawan pandemi. Ia berharap dengan pembagian masker tersebut, kedisiplinan masyarakat menerapkan protokol kesehatan menguat.

“Bantuan yang disampaikan AICE melalui GP Ansor dan Banser itu saya pikir sangat luar biasa bermanfaat bagi masyarakat. Masyarakat saat ini sangat membutuhkan masker untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan Covid-19,” kata Setiawan usai menghadiri Seremoni Distribusi Masker di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (15/1), dalam keterangan tertulis yang diterima Katadata.

Menurut Setiawan, keterlibatan banyak pihak, seperti swasta dan ormas, dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19.

“Melalui komunitas, melalui ormas yang saat ini dilakukan, saya pikir sangat luar biasa dan optimistis Jawa Barat bisa membangun lebih baik lagi,” ucapnya.

Ketua GP Ansor Wilayah Jabar Deni Achmad Haidar menjelaskan, masker akan disalurkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Tujuannya agar mereka yang sulit membeli masker dapat tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kalaupun bagi sebagian orang mungkin tidak mahal, tapi bagi saudara-saudara kita yang rentan akan sulit. Maka kita akan bagikan ke tempat-tempat, masyarakat yang memang sangat rentan,” kata Deni.

Menurut Deni, selain membagikan masker, pihaknya akan turut mengedukasi masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kader kami akan bagikan masker dan suplemen dan juga disampaikan edukasi soal protokol kesehatan,” ucapnya.

Beberapa waktu lalu, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menegaskan, saat ini masker merupakan “vaksin” terbaik untuk mencegah penularan Covid-19.

“Pakai masker adalah ‘vaksin’ terbaik yang ada sekarang. Jangan nunggu vaksin yang belum jelas, belum tentu sangat efektif. Tapi masker, kalau pakai masker yang benar, kita akan rendah sekali risikonya,” kata Pandu

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nasional Doni Monardo juga menegaskan, hingga saat ini mematuhi protokol kesehatan adalah ‘vaksin’ terbaik yang dapat dilakukan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *