Kominfo dan Polisi Selidiki Pembakaran Dua Menara Palapa Ring di Papua


Infrastruktur berupa dua base transceiver station (BTS) Palapa Ring Timur di Kabupaten Puncak, Ilaga, Papua dibakar pada Sabtu lalu (9/1). Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta kepolisian masih menyelidiki kasus ini.

Kedua menara telekomunikasi yang dibakar terletak di Kabupaten Puncak, Ilaga, Papua. “Kominfo saat ini mengupayakan beberapa hal, yaitu investigasi menyeluruh untuk mencari tahu identitas dan motif pelaku,” kata Direktur Bakti Kominfo Anang Latif saat konferensi pers virtual, Senin (11/1).

Akibat kejadian itu, telekomunikasi di Ilaga terputus dan jaringan di beberapa kota di sekitarnya terganggu. “Kami berkomitmen mengupayakan back up,” kata Anang.

Direktur Operasional PT Palapa Timur Telematika Eddy Siahaan Mora mengatakan, pemerintah mengupayakan konektivitas cadangan dengan satelit V-sat untuk mendukung layanan telekomunikasi di Ilaga dan sekitarnya. Namun, ini membutuhkan waktu.

“Kami butuh waktu untuk menanyakan kesediaan provider V-sat supaya dapat mendukung (layanan telekomunikasi) di Ilaga,” kata dia. “Untuk membangun BTS 4 dan 5, kami perlu jaminan keamanan agar kejadian ini tidak terulang lagi.”

Pada kesempatan berbeda, Kapolres Puncak AKBP Decky Saragih mengatakan bahwa anggota masih menyelidiki kasus pembakaran tersebut. “Kami melakukan pengecekan menggunakan helikopter Sabtu (9/1) lalu,” kata AKBP Saragih dikutip dari Antara, Senin (11/1).

Secara rinci, ia menyebutkan bahwa BTS 4 yang dibakar terletak di perbukitan Pingile Distrik Omukiya. Sedangkan BTS 5 di perbukitan Muara Distrik Mabuggi. Masyarakat setempat melaporkan kedua BTS dibakar sejak Kamis (7/1) dan berpengaruh pada layanan jaringan internet keempat alias 4G.

Ia belum dapat memastikan pelaku pembakaran. Namun, kelompok kriminal bersenjata (KKB) biasanya beroperasi di sekitar Kabupaten Puncak. “Anggota masih terus menyelidiki kasus itu. Kesulitan mendapat informasih, karena masyarakat lebih memilih tutup mulut,” kata AKBP Saragih.

General Manager Network Operation and Quality Management Telkomsel Maluku and Papua Adi Wibowo menyatakan, pelanggan Telkomsel di Ilaga, Kabupaten Puncak, tetap dapat menikmati layanan komunikasi 2G. Ini karena menggunakan transmisi IDR atau satelit

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanannya yang terjadi kepada pelanggan Telkomsel di Ilaga, Kabupaten Puncak,” kata Adi Wibowo.

Bagikan:

Tinggalkan komentar