IDI Dukung Penuh Program Vaksinasi Covid-19

55 sec read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mendukung penuh program vaksinasi Covid-19. Apalagi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan daruruat untuk vaksin virus corona buatan Sinovac. 

Ketua Pengurus Besar IDI, dr. Daeng M. Faqih, mengatakan bahwa pihaknya telah mendengarkan dan memperhatikan semua prosedur keilmuan yang dilaksanakan untuk menguji vaksin Covid-19. 

Dengan begitu, BPOM menjamin keamanan, mutu, dan khasiat vaksin. Di sisi lain, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan vaksin memuat materi yang suci dan halal.

Adanya klaim dari dua lembaga besar tersebut pun membuat IDI yakin akan manfaat dari vaksin virus corona. Dia pun meminta semua elemen masyarakat menghentikan polemik terkait vaksin Covid-19, 

“Mari kita dukung pelaksanaan vaksinasi. Kami mendukung vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan menyukseskan program tersebut,” ujar Faqih dalam konferensi pers virtual pada Senin (11/1).

Pemerintah rencananya memberikan vaksin virus corona dalam dua periode. Periode pertama berlangsung selama Januari-April 2021 yang diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 7,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta orang lansia.

Selanjutnya, periode kedua pada April 2021-Maret 2022 untuk 63,9 juta masyarakat di daerah dengan tingkat penularan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 77,4 juta.

Adapun pemerintah telah mendapatkan 3 juta dosis vaksin dari Sinovac. Sebagian dari vaksin tersebut telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Selain vaksin Sinovac, pemerintah juga memesan vaksin Novavax sebanyak 50 juta vaksin, Covax/GAVI 54 juta, Astrazeneca 50 juta, dan Pfizer 50 juta. 

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Protokol kesehatan dan vaksinasi dapat memberikan perlindungan ganda terhadap penularan virus corona.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *