Rayu Tesla, India Tawarkan Biaya Produksi Lebih Murah dari Tiongkok

1 min read


Pemerintah India menyatakan siap menggelontorkan insentif bagi produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla agar mau membangun pabriknya di negara Asia Selatan itu. Salah satunya memastikan biaya produksi yang lebih murah dibandingkan Tiongkok.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Transportasi India Nitin Gadkari, beberapa minggu setelah Elon Musk mendaftarkan pendirian perusahaan di negara tersebut. Pendirian perusahaan itu merupakan langkah awal Tesla untuk memasuki pasar India yang diperkirakan mulai pertengahan tahun ini.

Menurut sumber yang mengetahui masalah ini, Tesla berencana untuk masuk pasar India melalui impor dan menjual mobil listrik Model 3. Gadkari mengatakan bahwa daripada hanya merakit, Tesla sebaiknya membuat seluruh produknya di India.

“Pemerintah akan memastikan biaya produksi Tesla paling rendah di dunia, bahkan Tiongkok, ketika mereka mulai memproduksi mobilnya di India. Kami akan jamin itu,” kata Gadkari tanpa memerinci insentif apa yang ditawarkan, seperti dikutip Reuters, Rabu (3/3).

India memang berencana meningkatkan produksi mobil listrik di dalam negeri, termasuk baterai dan komponen lainnya, untuk memangkas impor yang mahal dan mengendalikan tingkat polusi di kota-kota utamanya.

Pangsa pasar mobil listrik di India relatif minim, hanya sekitar 5.000 unit dari total 2,4 juta mobil yang dijual pada tahun lalu. Ini karena infrastruktur pengisian daya yang belum lengkap hingga mahalnya harga mobil listrik.

Sebaliknya, di Tiongkok Tesla sudah memiliki pabrik yang operasional dan menjual hingga 1,25 juta unit mobil listrik pada 2020 dari total penjualan 20 juta unit, dan menyumbang lebih dari sepertiga penjualannya secara global.

Simak negara-negara pengguna mobil listrik terbanyak di dunia pada databoks berikut:

Namun India menghadapi tantangan untuk memenangkan komitmen produksi dari Tesla. India juga tidak memiliki kebijakan kendaraan listrik yang komprehensif seperti Tiongkok yang mewajibkan perusahaan untuk berinvestasi di sektor tersebut.

Gadkari mengatakan bahwa India tidak hanya menawarkan pasar yang besar, tetapi juga bisa menjadi pusat ekspor, terutama dengan sekitar 80% komponen baterai lithium-ion yang kini diproduksi di dalam negeri.

“Saya pikir ini situasi ‘win-win’ untuk Tesla. Kami juga ingin melibatkan Tesla untuk membangun hyperloop berkecepatan sangat tinggi antara Delhi dan Mumbai,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa India saat ini sedang menyusun skema insentif terkait produksi untuk pembuat mobil dan komponennya, serta menyiapkan unit manufaktur baterai tingkat lanjut. India ingin memenuhi komitmen iklim melalui Paris Accord, sehingga peralihan ke sumber energi yang lebih bersih sangat penting untuk mengurangi polusi yang ditimbulkan kendaraan.

Tahun lalu India memperkenalkan aturan emisi yang lebih ketat bagi produsen mobil agar sesuai dengan standar internasional dan berencana memperketat aturan efisiensi bahan bakar mulai April 2022. Ini akan memaksa produsen mobil di sana untuk menambahkan kendaraan listrik atau hybrid dalam produksinya.

Namun pandemi Covid-19 membuat industri otomotif di sana membutuhkan waktu lebih panjang untuk melakukan transisi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *