Akibat Cuaca Ekstrim, Tiga Rumah Warga Ekasapta Rusak

1 min read


KOPI, Flores Timur – Cuaca ekstrim, hujan deras dan angin kencang beberapa hari yang menimpa wilayah Kabupaten Flores Timur, dini hari tadi menghancurkan sekitar 3 (tiga) unit bangunan rumah milik warga kelurahan Ekasapta, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur . Minggu 31 Januari 2021.

Peristiwa angin kencang dan hujan deras ini terjadi sekitar pukul 05:00 Wita atau setelah waktu subuh.

Akibat adanya cuaca ekstrim angin kencang dan hujan deras ini, dua unit bangunan rumah milik warga rusak parah, dan satu lainnya rusak ringan.

1 (satu) unit atap rumah terangkat dan terlempar hingga ke atap rumah lainnya akibat dihantam angin kencang, dan 1(satu) unit bangunan kios furniture juga rata dengan tanah sedangkan 1 unit rumah lainnya mengalami rusak ringan.

Warga sekitar yang mengetahui adanya kejadian ini, sontak langsung bergegas untuk membantu dan bergotong royong mengevakuasi barang-barang yang ada didalamnya.

Pemilik rumah yang mengalami rusak parah ini yaitu Almarhum Abdi Patiraja, pemilik kios furniture, Siti Tobi, sedangkan yang mengalami rusak ringan, Syahruji Hasbullah.

Kevin Ratuloly, Warga setempat, mengatakan ketika dirinya keluar dari rumahnya, atap rumah tersebut sudah terbang terbawa angin, hingga dirinya tidak melihat secara langsung. Dirinya serta warga sekitar kaget disaat mendengar adanya bunyi hempasan atap rumah yang terlempar ke atap rumah lainnya.

Kevin juga menambahkan, sekitar 2 (dua) unit rumah yang mengalami rusak parah dan 1 unit mengalami rusak ringan dalam kejadian ini.

Untuk diketahui, tidak ada korban jiwa dan juga luka-luka dalam kejadian ini.

Hingga saat ini situasi angin kencang dan hujan deras masih menyelimuti wilayah Flores Timur dan dihimbau agar tetap waspada.

Pemeritah Kelurahan Ekasapta beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur melalui BPBD Flores Timur, sudah turun ke tempat kejadian untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak musibah.

Akibat kejadian ini, kerugian belum bisa di tafsirkan secara baik, namun di perkirakan mencapai puluhan juta rupiah. *(Adam Bethan)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *