Akbar Polo Tantang Walikota Terpilih Ungkap Kasus Pembangunan Puskesmas Batua Makassar

1 min read


Kopi, Makassar – Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat dan Pemuda Anti Korupsi (GEMPAR) NKRI, Akbar Polo Menantang Danny Pomanto Walikota Makassar untuk membongkar atau berkomentar terkait kasus pembangunan Puskesmas Batua Makassar yang diduga terjadi mark-up berindikasi korupsi menyebabkan kerugian negara milyaran rupiah.

Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Masyarakat dan Pemuda Anti Korupsi (GEMPAR) NKRI, Akbar Polo

Akbar Polo Berharap kepada Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto jangan menaruh dendam kepada orang, karena dimasa ia memimpin Kota Makasaar banyak juga kasus yang berindikasi Korupsi, seperti yang terjadi pada kasus Fee 30%, menyeret dua bersaudara yang ditahan Lapas Gunung Sari, kasus ‘Pohon Ketapang’.

Terkait komentar Danny Pomanto seperti yang dikutip dari Media online Fajar.id, selasa (26/01/2021), bahwa Wali Kota Makassar terpilih, Danny Pomanto memastikan akan membongkar kasus mark up bantuan sosial yang ditengarai jadi lumbung korupsi.

Danny mengaku, tidak akan membiarkan masyarakat melarat sementara para pejabat bebas berkeliaran.

“Saya pastikan akan bongkar kasus mark up bantuan sosial di Makassar, saya tidak akan diam melihat masyarakat menderita,” tegas Danny, Selasa (26/01/2021).

“DPP Gempar NKRI, sekali lagi menyatakan kepada Walikota terpilih, beranikah anda berkomentar dimedia, ketika anda selaku Walikota Makassar sebelumnya tidak ada lagi Korupsi berjamaah nantinya, ketika danny pomanto memimpin Makassar”, tantang Polo.

Lebih lanjut, Kata Polo pernyataan bapak di media online Fajar.id adalah pernyataan pemimpin pendendam.

“Pemilihan walikota telah selesai, mari kita saling memaafkan, jangan jadi pemimpin yang pendendam. Makassar ini punya simbol siri Na Pacce,” tutup Akbar Polo.(*)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *