Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta Orang, RI Belum Capai Puncak Pandemi

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Kesehatan mencatat lebih 1 juta orang Indonesia telah terpapar Covid-19 hingga Selasa (26/1). Namun, jumlah tersebut bukanlah puncak pandemi di Tanah Air. 

Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, memproyeksi situasi pandemi di Indonesia akan semakin buruk akibat pemerintah tidak fokus pada permasalahan kesehatan. Ditambah lagi dengan ancaman strain baru virus corona yang  30% lebih mematikan dan 70% lebih cepat menyebar.

“Ini belum puncaknya, dan ini belum yang terburuk,” ujar Dicky kepada Katadata.co.id pada Selasa (26/1).

Menurut dia, kasus Covid-19 sebenarnya sudah mencapai 2.67 juta atau 1% dari total penduduk sebanyak 267 juta. Hal itu terjadi karena banyaknya kasus yang  tidak terdeteksi di masyarakat akibat tes yang terbatas. 

Kasus yang tidak terdeteksi itu pun akhirnya menjadi pemicu transmisi lanjutan hingga menyebabkan Indonesia mengalami silent outbreak. “Dampaknya terlihat dari rumah sakit penuh, kematian meningkat, ini pesan sangat serius karena jika dibiarkan pandemi akan semakin tidak terkendali,” kata dia. 

Lebih lanjut, jumlah tes yang dianggap kurang menyebabkan tingkat positif Indonesia tidak pernah di bawah 10% sejak pandemi. Bahkan sepanjang Januari 2021, angka tersebut selalu di atas 20%. 

Oleh karena itu, dia kembali mendorong pemerintah menggalakkan upaya 5M dan 3T. Jika tidak, masalah pandemi akan tuntas dalam waktu lama. 

Adapun 5M mencakup memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Sedangkan 3T yaitu tracing, testing, dan treatment  yang menjadi tanggung jawab pemerintah. 

Seperti diketahui, Kementerian Kesehatan mencatat kasus baru Covid-19 pada Selasa (26/1) mencapai 13.094. Dengan begitu, jumlah orang yang terinfeksi di Indonesia mencapai 1.012.350.

Penambahan kasus tersebut mayoritas berasal dari Jawa Barat dengan 3.924. Jumlah tersebut naik hampir dua kali lipat dibandingkan hari sebelumnya sebesar 2.022.

Selain Jabar, Jakarta dan Jawa Tengah juga menyumbang kenaikkan kasus yang cukup signifikan. Jakarta mencatat tambahan kasus positif sebanyak 2.314 dan Jawa Tengah 1.678 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *