Gerakan 3M Disebut Tak Cukup Menangkal Varian Baru Virus Corona

56 sec read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan bahwa ada varian baru virus corona yang ditemukan di Indonesia. Varian berkode D614G itu mampu menyebar 10 kali lebih cepat.

Dengan kondisi tersebut, Walikota Bogor Bima Arya meminta masyarakat meningkatkan upaya pencegahan. Caranya dengan melaksanakan 3M plus 2M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Dengan strain baru ini, lebih baik jaga jarak,” ujar Bima dalam konferensi pers “Update RS Darurat Wisma Atlet” pada Senin (25/1).

Koordinator Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Tugas Ratmono menambahkan protokol kesehatan 5M tersebut harusnya ditambah dengan 2M lagi, yaitu menghindari ruang tertutup dan makan bersama. Hal itu diperlukan untuk menekan risiko penularan virus yang lebih cepat..

“Hal itu harus kita laksanakan untuk hindari penularan,” ujar Tugas.

Di sisi lain, Bima mengatakan ada fenomena yang berbeda di masyarakat terkait pandemi. Menurut dia, banyak kelompok masyarakat yang justru semakin abai meskipun kasus Covid-19 terus melonjak dan menginfeksi orang terdekat.

Hal itu terjadi karena masyarakat mulai terbiasa dengan virus corona karena banyak orang yang berhasil sembuh. Padahal, infeksi virus corona dapat berbahaya karena bisa menyebabkan kematian.

Dia pun kembali mengungkapkan pesannya saat menjalani isolasi mandiri akibat terinfeksi virus corona. “Untuk Anda yang bosan dan mati gaya di rumah, yakin dan percayalah kalau Anda terpapar dan di rumah sakit, hal pertama yang Anda impikan ialah kembali ke rumah,” kata Bima.

Oleh karena itu, dia menyebut tetap di rumah merupakan langkah yang paling aman di tengah pandemi. Selain itu, dia mengajak masyarakat untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *