Angka Kematian Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Meningkat

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

 

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran semakin banyak. Hal itu sejalan dengan menipisnya ketersediaan tempat tidur di rumah sakit rujukan. 

Koordinator Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, Mayjen TNI Tugas Ratmono, mengatakan rata-rata pasien yang meninggal di sana biasanya hanya berjumlah satu orang dalam satu bulan. Namun, jumlahnya semakin banyak dalam beberapa waktu belakangan ini.

Hal itu terjadi lantaran pasien datang dalam kondisi berat dan harus dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap. Namun, ruang perawatan tak kunjung di dapat dan pasien akhirnya meninggal dunia.

Adapula pasien yang datang sudah dalam kondisi gejala berat, sudah mendapatkan pertolongan yang maksimal dari tim medis RSD Wisma Atlet, namun meninggal dunia. Melihat kondisi tersebut, Tugas mengatakan bahwa pihaknya tengah memaksimalkan fasilitas ICU dan HCU untuk menangani kasus-kasus Covid-19 dengan gejala berat.

Dengan begitu, RSD Wisma Atlet akan bertransisi dari faslitas kesehatan untuk orang tanpa gejala hingga gejala ringan, menjadi orang dengan gejala ringan dan komorbid. Maka tak heran jika empat gedung di Wiswa Atlet sudah diperuntukkan bagi pasien gejala ringan dan komorbid.

Sedangkan pasien tanpa gejala dirujuk ke Wisma Atlet Pandemangan, Jakarta, atau fasilitas isolasi mandiri seperti hotel yang disiapkan pemerintah. Hal itu sejalan dengan banyaknya pasien bergejala ringan dan komorbid yang datang ke RSD Wisma Atlet Kemayoran. 

“Pasien kami dulu kebanyakan tidak bergejala. Sekarang pasien yang bergejala dan komorbid, ini mesti diantisipasi,” kata Tugas dalam konferensi pers virtual “Update Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet” pada Senin (25/1).

Adapun tingkat keterisian RSD Wisma Atlet per 25 Januari 2021 mencapai 77,63% atau 4.563 dari 5.994 tempat tidur. Angka tersebut lebih rendah dari hari sebelumnya yang mencapai sekitar 84%.

Menurut Tugas, penurunan angka hunian RSD Wisma Atlet terjadi karena tingginya kasus kesembuhan. Dia mengatakan angka kesembuhan di sana bisa mencapai 86%. Sedangkan sisa pasien lainnya dirujuk ke rumah sakit lain atau meninggal dunia.  

Di sisi lain, jumlah rata-rata keterisian ruang perawatan di RSD Wisma Atlet mencapai 75-77%. Rata-rata jumlah pasien yang masuk ke sana mencapai 350-400 per hari. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *