Surat DPR Tiba, Jokowi Siapkan Keppres Angkat Kapolri dan Dewas LPI

1 min read


Presiden Joko Widodo bakal mengangkat Kepala Polri dan calon Anggota Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dari unsur profesional. Pengangkatan tersebut akan dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres).

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Sekretaris Menteri Sekretaris Negara (Sesmensesneg) Setya Utama juga telah menerima surat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).  Kedua surat yang ditujukan kepada Jokowi itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal DPR Indra Iskandar ke Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (22/1) pukul 10.40.

Posisi Kapolri akan dijabat oleh Komisaris Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal. Ia akan menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun.

“Akan ditetapkan Keppres pengangkatan Listyo sebagai Kapolri dan Keppres Pengangkatan Dewas LPI yang keanggotaannya terdiri dari Menteri Keuangan, Menteri BUMN, dan unsur profesional,” demikian tertulis dalam keterangan pers Kementerian Sekretariat Negara, Jumat (22/1).

 

Dalam surat terkait Kapolri, Ketua DPR Puan Maharani menyebutkan Rapat Paripurna pada 21 Januari telah menyetujui laporan Komisi III untuk mengangkat Listyo sebagai Kapolri.  Sedangkan pelantikannya akan dilakukan sebelum masa tugas Idham berakhir pada akhir Januari 2021.

Sementara pada surat lainnya, Puan menyatakan DPR menyetujui nama-nama calon Anggota Dewas LPI dari unsur profesional, yaitu Darwin Cyril Noerhadi, Yozua Makes, dan Haryanto Sahari. Meski demikian, belum ada keterangan kapan Anggota Dewan Pengawas LPI dilantik.

Sebagai informasi, Listyo pernah menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011, saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota di sana. Ia mengawali kiprah di kepolisian dengan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (1991) dan menempati sejumlah posisi hingga terakhir sebagai Kabareskrim.

Sementara terkait LPI, Yozua Makes merupakan pendiri dan pemiliki Plataran Group yang bergerak di bidang perhotelan, salah satunya di kawasan wisata prioritas Borobudur.  Selain terlibat dalam bisnis perhotelan, Yozua merupakan pengacara dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang praktik merger dan akuisisi serta pasar modal.

Calon kedua, yakni Darwin Cyril Noerhadi, merupakan Komisaris Utama Creador Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang private equity. Ia juga menjabat sebagai Komisaris PT Medikaloka Hermina Tbk dan pernah menjadi komisaris utama Mandiri Sekuritas, serta direktur utama Bursa Efek Jakarta.

Adapun Haryanto Sahari merupakan Komisaris Independen PermataBank sejak 2017. Ia juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Bukit Barisan Indah Prima sejak September 2011, Anggota Komite Audit di UI sejak November 2016, dan Anggota Komite Audit PT Unilever Tbk sejak Oktober 2016.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *