Ditemukan Mutasi Virus Corona D614G di Indonesia, Menular Lebih Tinggi

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa varian baru virus corona dari Inggris tidak menyebabkan lonjakan kasus di Tanah Air. Pasalnya, mutasi virus dengan kode B1117 tidak ditemukan di Indonesia. 

Hal itu didapat dari pelacakan genom sequencing  oleh Lembaga Biomolekuler Eijkman. Awalnya, lembaga tersebut melakukan pelacakan dan menemukan 244 whole genom sequencing.

Temuan itu pun diserahkan ke Bank Data Influenza Dunia dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukan mutasi virus B1117. “Namun banyak ditemukan mutasi D614G,” ujar Wiku dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (21/1).

Adapun mutasi virus corona D614 ditemukan pertama kali di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada September 2020. Menurut Tim dari UGM, mutasi virus tersebut memiliki kemampuan menular 10 kali lebih tinggi dan telah tersebar di berbagai negara. 

Dengan kondisi tersebut, Wiku mengajak masyarakat menekan replikasi atau infeksi virus tersebut. Caranya dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir. 

Jika masyarakat lengah dalam menjalankan protokol tersebut, lanjut Wiku, cepat atau lambat angka penambahan kasus positif Indonesia akan terus meningkat. “Kita bisa menjadi bagian dari angka penambahan kasus positif maupun berada di ruang perawatan Covid-19, jangan sampai hal itu terjadi dan mohon berhati-hati serta waspada di manapun Anda berada,” kata Wiku.

Kementerian Kesehatan mencatat kasus Covid-19 bertambah 11.703 pada Kamis (21/1). Sehingga total orang terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 951.651.

Mayoritas penambahan kasus tersebut berasal dari Jakarta dengan 3.151 dan Jawa Tengah sebanyak 1.976. Kedua provinsi tersebut menyumbang 43,8% terhadap penambahan angka positif Covid-19 pada hari ini.

Selain itu, Jawa Barat dan Jawa Timur mencatatkan penambahan kasus yang cukup signifikan. Untuk Jawa Barat mencapai 1.228 dan Jawa Timur sebanyak 1.134.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *