Saham Unilever Naik 8,9%, Analis Memperingatkan Waspada Koreksi

1 min read


Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dalam dua hari perdagangan terakhir ini tercatat menguat signifikan hingga 8,99% menjadi Rp 7.575 per saham. Kenaikan ini sejalan dengan rencana pemerintah menggandeng Unilever dalam distribusi vaksin Covid-19.

Saham Unilever meroket tajam setelah kabar itu terdengar Senin (18/1). Pada hari itu, sahamnya meroket hingga 7,91% menjadi Rp 7.500. hari ini pun sahamnya ditutup naik, meski hanya 1% menjadi Rp 7.575. Tapi, hari ini saham Unilever sempat menyentuh Rp 8.000 yang artinya naik 6,66%.

Meski sudah naik, Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengingatkan ada potensi koreksi wajar pada saham berkode emiten UNVR tersebut. Sehingga, dia menyarankan investor untuk wait and see atau bisa melakukan pembelian di saat harga melemah di area support Rp 7.250 hingga Rp 7.350.

“konfirmasi buy, jika setelah menyentuh area tersebut, harga kembali bullish (menguat). Jadi sudah bisa trading di area tersebut,” kata Sukarno kepada Katadata.co.id, Selasa (19/1).

Dia mengatakan, jika harga saham Unilever bisa bertahan di area support tersebut, maka ada potensi harga sahamnya melaju kencang. Berdasarkan analisisnya, harga sahamnya memiliki target Rp 8.100 per saham dan dengan target harga kedua di Rp 8.450 per saham.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama sudah pernah memberikan rekomendasi beli pada 15 Januari 2021 saat harga Unilever di Rp 6.950 per saham. Menurut Nafan, target keuntungan yang bisa diincar oleh investor saat ini bisa mencapai Rp 7.725 per saham.

“Saat ini status saham Unilever adalah ambil untung di harga pasar,” kata Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (19/1).

Seperti diketahui, Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti menyampaikan bahwa, perusahaan sudah bertemu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membahas rencana distribusi vaksin.

“Kami sudah bertemu dengan Bapak Menkes dan menyampaikan bahwa kami siap mendukung upaya-upaya untuk mengatasi pandemi, dalam hal ini khususnya terkait pelaksanaan program vaksinasi ke depannya,” ujar Ira Noviarti, dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/1).

Di antara vaksin virus corona yang diimpor pemerintah, vaksin produksi Sinovac harus disimpan dalam suhu 2-8 derajat Celsius. Sedangkan, vaksin Pfizer harus disimpan di bawah titik beku, yakni sekitar -70 derajat Celsius.

Seperti diketahui, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merupakan salah satu perusahaan besar yang memiliki pengalaman dalam rantai pasok dingin untuk produk es krim. “Saat ini detil mengenai kolaborasi tengah didiskusikan.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *