Kunjungan ke Singapura Kini Makin Sulit dan Mahal

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah Singapura memperketat kunjungan dari luar negeri untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan varian baru yang mudah menular.

Kementerian Kesehatan Singapura mewajibkan seluruh pelancong termasuk termasuk warga negara Singapura dan penduduk tetap, harus menjalani tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) ketika mereka tiba di Singapura. Kebijakan ini akan berlaku mulai pukul 24 Januari 2021 pukul 23.59 waktu setempat.

Mereka yang tiba di Singapura ini wajib mematuhi aturan berada di rumah selama 14 hari dan menyertakan hasil uji PCR di akhir masa isolasi mandiri.

Para pengunjung jangka pendek yang masuk ke Singapura dengan Air Travel Pass (ATP) atau Reciprocal Green Lanes (RGL) harus memiliki asuransi perjalanan. Nilai asuransi minimal Sing$ 30 ribu atau sekitar Rp 317 juta yang akan berlaku mulai 31 Januari pukul 11.59 malam.  

Asuransi itu untuk menutupi biaya perawatan medis dan rawat inap bila pengunjung dinyatakan positif Covid-19 di Singapura. Pengunjung dapat membeli asuransi dari perusahaan di Singapura atau negara lain.

Singapura juga memberlakukan aturan khusus bagi semua warga negara Singapura dan penduduk tetap yang datang dari Inggris dan Afrika Selatan. Mereka dikenakan wajib isolasi tambahan selama tujuh hari di tempat tinggal mereka, setelah menjalani masa karantina 14 hari.

Covid-19 telah merenggut 39.575 jiwa di 11 negara Asia Tenggara. Lebih dari setengah angka kematian atau 65,7% berasal dari Indonesia. Angka kematian di Tanah Air hampir menyentuh 26 ribu, tepatnya 25.987 jiwa.

Singapura berada di urutan ke-7 dengan jumlah kematian sebanyak 29 orang. Adapun tambahan kasus baru corona di Singapura pada hari ini sebanyak 14 orang dengan akumulasi menjadi 59.127 orang.

Pemerintah Singapura mengkonfirmasi masuknya kasus virus corona mutasi baru dari Inggris sejak  Rabu (23/12). Pasien merupakan seorang pelajar Singapura berusia 17 tahun yang pulang dari Inggris. Teridentifikasi sebagai kasus nomor 58.504, ia tinggal di Inggris selama studinya sejak Agustus lalu.

Pasien yang tak disebutkan identitasnya ini tiba di Singapura pada tanggal 6 Desember lalu dan melakukan karantina selama dua minggu sesuai protokol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *