Deretan Bencana Alam Landa RI Awal 2021: Banjir, Gempa, Hingga Erupsi

1 min read


Awal 2021 bukan merupakan masa yang mudah bagi sebagian masyarakat Indonesia. Belum habis bulan Januari berjalan, sejumlah bencana alam telah melanda beberapa titik di Tanah Air.

Terbaru, 10 kabupaten dan kotamadya di Kalimantan Selatan diterjang banjir. Pemicunya, Sungai Barito tak mampu menampung debit air usai Provinsi tersebut diguyur hujan selama 10 hari.

Bahkan Presiden Joko Widodo sampai berkunjung ke Kalsel pada Senin (18/1) guna meninjau langsung penanganan dampak banjir. Presiden lalu memberikan tiga arahan yakni memperbaiki infrastruktur yang rusak, memastikan ketersediaan logistik warga, dan evakuasi masyarakat yang terjebak.

“Tiga hal ini penting sehingga kekurangan yang ada bisa dibantu pusat selain dari Provinsi, Kabupaten, dan Kotamadya,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan seperti disiarkan Sekretariat Presiden.

 

Bencana hidrologi juga terjadi di Manado, Sulawesi Utara. Hujan yang mengguyur wilayah tersebut mengakibatkan banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut.

Bahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat enam orang meninggal dunia akibat bencana tersebut. Adapun kerugian material akibat banjir dan tanah longsor di antaranya dua rumah rusak berat dan 10 rumah rusak sedang.

Banjir juga menerpa Halmahera Utara dan mengakibatkan 2.863 orang mengungsi. Banjr terjadi usai hujan disertai angin kencang menerpa wilayah kepulauan tersebut pada Sabtu (16/1).

Hujan juga memicu tanah longsor di Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat dan mengakibatkan 32 orang meninggal dunia. Longsor terjadi dua kali di lahan permukiman miring yakni Selasa (12/1) pada pukul 16.00 dan 19.00.

Tak hanya banjir, pekan lalu, Provinsi Sulawesi Barat diguncang  gempa berkekuatan 6,2 skala richter. Gempa yang memiliki episentrum di Kabupaten Majene tersebut mengakibatkan 56 orang meninggal dan 637 lainnya luka-luka.

Gempa yang terasa hingga Palu, Sulawesi Tengah tersebut juga meluluhlantakkan Kota Mamuju dan sekitarnya. Bahkan, Kantor Gubernur Sulbar pun turut ambruk akibat guncangan besar.

“Saya memerintahkan Kepala BNPB, Menteri Sosial, Kepala Basarnas, Panglima TNI, dan Kapolri untuk melakukan langkah tanggap darurat,” kata Jokowi, Jumat (15/1).

Tak hanya itu, sejumlah gunung berapi masih menunjukkan aktivitasnya. Salah satunya adalah erupsi di Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah istimewa Yogyakarta.

Merapi pagi tadi mengeluarkan awan panas dengan tinggi 50 meter dan mengarah ke hulu Kali Krasak sejauh 1.000 meter. Bahkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat gunung berstatus siaga III itu memuntahkan lava pijar sebanyak 36 kali pada Minggu (17/1).

Tak hanya Merapi, Gunung Semeru di Jawa Timur juga masih menunjukkan aktivitasnya. Hingga Minggu (17/1), gempa letusan masih terjadi di gunung tertinggi Pulau Jawa tersebut.

“Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak 4 kilometer arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Hendra Gunawan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *