Shopee Rekrut Pengemudi ShopeeFood, Akan Saingi Gojek dan Grab?

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Perusahaan e-commerce, Shopee merekrut pengemudi pengantaran makanan di platform ShopeeFood di Indonesia sejak akhir tahun lalu. Induk usaha yakni Sea Group pun sudah menyediakan layanan pesan-antar makanan seperti GoFood milik Gojek dan GrabFood besutan Grab, di Vietnam.

Berdasarkan laman resmi, Shopee mencari mitra yang memiliki surat izin mengemudi (SIM) yang masih berlaku dan berusia minimal 18 tahun. Selain itu, mempunyai semua izin dan persetujuan berkenaan dengan kendaraan.

Kemudian, tidak memiliki catatan kriminal di Indonesia atau yurisdiksi lain. “Anda tidak boleh menghubungi pelanggan untuk tujuan selain yang berkenaan dengan layanan,” demikian dikutip dari laman resmi Shopee, Kamis (14/1). “Anda tidak boleh terlibat dalam kegiatan penipuan, menyesatkan, atau tipu daya.”

Informasi terkait perekrutan tersebut juga beredar di media sosial. Pengguna YouTube dengan nama akun @BelajarBareng mengunggah video mengenai persyaratan untuk menjadi mitra pengemudi ShopeeFood. “WNI, sehat, memiliki ponsel Android minimal RAM 2 GB,” kata dia, bulan lalu (9/12/2020).

Pesaing Tokopedia dan Bukalapak itu pun menayangkan iklan baru terkait ShopeeFood. “Mau makanan favorit tanpa keluar rumah? Semua ada di Shopee Food,” demikian dikutip dari channel YouTube @ShopeeIndonesia, akhir pekan lalu (10/1).

Katadata.co.id mengonfirmasi perekrutan tersebut kepada Shopee. Namun, belum ada tanggapan hingga berita ini dirilis.

Akan tetapi, Katadata.co.id pernah mengonfirmasi perihal Sea Group yang mengakuisisi Foody Corporation untuk menyediakan layanan pesan-antar makanan dengan nama Now di Vietnam pada Oktober 2020 lalu. Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja tidak menjawab apakah produk serupa akan hadir di Indonesia.

Ia hanya menyampaikan bahwa Shopee menyediakan Shopee Food yang menjual produk makanan dan minuman sejak April lalu. “Ini merupakan hasil kurasi mitra pemegang merek (brand) dan penjual,” kata Handhika kepada Katadata.co.id, Oktober lalu (12/10/2020).

Shopee Food sebenarnya sudah hadir di platform Shopee Indonesia sejak pertengahan tahun lalu. Perusahaan mengurasi lebih dari 500 mitra penjual makanan dan minuman siap saji per Oktober 2020.

Mereka juga berkomitmen memperbanyak mitra penjual dan memperluas cakupan Shopee Food ke luar Jakarta.

Shopee pun mencatat, penjualan produk kuliner secara berulang pada Juli 2020 meningkat empat kali lipat. “Kami menyoroti perubahan besar dari pergeseran kebiasaan masyarakat Indonesia yang mengutamakan untuk membeli makanan secara online,” kata Handhika.

Sedangkan layanan pesan-antar makanan besutan Sea Group baru diketahui setelah ratusan mitranya berdemonstrasi di depan kantor Foody Corporation, di Hanoi, Vietnam, pada Agustus lalu.

Foody didirikan oleh Minh Dang pada 2012. Pada awalnya, perusahaan ini merekomendasikan makanan dan daftar restoran.

Pada 2015, startup itu memperoleh pendanaan dari Garena dan Tiger Global Management. Kemudian mengubah bisnisnya menjadi pesan-antar makanan dan reservasi restoran.

Garena merupakan anak usaha Sea Group yang bergerak di bidang hiburan, khususnya gim online. Dikutip dari media lokal, Vnexplorer.net, Sea Group masuk pada putaran pendanaan seri B Foody.

Di Indonesia, layanan pesan-antar makanan diminati selama pandemi Covid-19. Ini tecermin pada Databoks di bawah ini:

Berdasarkan studi Facebook dan Bain and Company berjudul ‘Digital Consumers of Tomorrow, Here Today’ yang dirilis Agustus, sekitar 35-43% konsumen digital di Asia Tenggara membeli bahan makanan kemasan, bahan makanan segar, dan minuman non-alkohol saat pandemi corona. Transaksinya meningkat hingga 8,4 kali selama April-Juni.

Hal itu juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebagaimana Databoks di bawah ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *