Mengawali Pekan, Rupiah Loyo ke 14.109/US$ Tertekan Pemulihan AS

1 min read


Nilai tukar rupiah pada pembukaan pasar spot pagi ini, Senin (11/1) stagnan pada level Rp 14.020 per dolar AS. Namun, rupiah bergerak melemah tertekan indikasi pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

Mengutip Bloomberg, rupiah melemah ke posisi Rp 14.084 per dolar AS pada pukul 09.40 WIB.  Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,24%, dolar Singapura 0,46%, dolar Taiwan 0,04%, won Korea Selatan 0,76%, peso Filipina 0,06%, yuan Tiongkok 0,26%, ringgit Malaysia 0,34%, dan baht Thailand 0,13%. Sementara itu, dolar Hong Kong berhasil menguat 0,02% dan rupee India naik 0,11%.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan sentimen penguatan dolar AS masih tinggi pagi ini. Ini lantaran tingkat imbal hasil alias yield obligasi Negeri Paman Sam yang masih tinggi di perdagangan akhir pekan lalu. 

Yield obligasi AS tenor 10 tahun ditutup dalam kisaran 1,12%, sebelumnya di 1,08%. Sentimen ini sudah mendorong pelemahan nilai tukar utama dan emerging market pagi ini. “Kenaikan yield ini kemungkinan karena indikasi pemulihan ekonomi AS,” kata Ariston kepada Katadata.co.id, Senin (11/1).

Bank Sentral AS, The Fed dalam notula rapatnya Kamis pekan lalu juga menyampaikan pandangan yang lebih optimis terkait pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam ini. Ia pun memperkirakan kurs rupiah akan bergerak pada rentang Rp 13.950-14.100 per dolar AS hari ini.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji turut menilai  penguatan dolar AS akan menekan rupiah pada hari ini. Saat berita ini ditulis, indeks dolar AS naik 0,36% ke level 90,42, kembali ke level 90 setelah sebelumnya berada di bawahnya.

Kepastian politik Negeri Paman Sam dengan adanya transisi kekuasaan dari Presiden Trump kepada Joe Biden memberikan kepastian yang kuat bagi para pelaku pasar. “Sehingga  kebijakan Biden dalam menggelontorkan stimulus penanggulangan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional memberikan katalis positif bagi dolar AS hingga saat ini,” ujar Nafan kepada Katadata.co.id.

Kongres AS akhirnya mengesahkan kemenangan  Presiden terpilih Joe Biden. Presiden Donald Trump akhirnya mengakui kekalahannya untuk pertama kalinya pada hari Kamis (7/1) malam atau Jumat (8/1) pagi WIB.

Trump, yang hingga Kamis pagi masih mengklaim suara pemilu telah dicuri darinya, akhirnya menyerah. Dalam pernyataan resmi melalui video, ia mengatakan bahwa, “Menjabat sebagai presiden telah menjadi kehormatan seumur hidup saya.”

Trump juga mengutuk kericuhan yang disebabkan oleh pendukungnya. Menurutnya, perusuh telah mencemari kursi demokrasi AS. Dia mengatakan, fokusnya sekarang akan beralih ke memastikan transisi kekuasaan berjalan lancar.

“Sekarang, Kongres telah mensertifikasi hasil. Pemerintahan baru akan dilantik pada 20 Januari. Fokus saya sekarang beralih ke memastikan transisi kekuasaan yang mulus, tertib, dan tanpa hambatan,” kata Trump dalam pernyataan video, setelah akunnya sempat dibekukan selama 12 jam oleh Twitter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *