Masyarakat Bisa Terpapar Covid-19 Meski Sudah Disuntik Vaksin

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin virus corona buatan Sinovac. Program vaksinasi Covid-19 pun bisa segera dimulai.

Meski begitu, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengingatkan bahwa vaksin bukan satu-satunya solusi untuk keluar dari pandemi. Menurut dia, vaksinasi harus diikuti oleh kepatuhan terhadap 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. 

Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia Iris Rengganis menambahkan, orang yang telah disuntik vaksin tidak langsung terbebas dari Covid-19. Bahkan dia menyebut masyarakat yang telah menerima vaksin bisa saja terinfeksi virus corona.

“Walau sudah dua kali disuntik, vaksin itu tidak ada yang 100% efektif, itu yang penting,” ujar Iris pada Konferensi Pers Emergency Use Authorization (EUA) Vaksin Covid-19, Senin (11/1).

Sebagai informasi, seseorang akan memperoleh dua dosis vaksin yang akan disuntikan dengan rentang dua pekan. Dua dosis itu diyakini akan membangun imunitas tubuh.

Namun, imunnitas seseorang tidak langsung terbentuk ketika divaksin. Iris menyebut perlu setidaknya 14 hari hingga tubuh memperoleh kekebalan terhadap Covid-19.

“Jangan sampai orang berpikir aman lalu tidak melakukan 3M setelah vaksin pertama. Sebelum vaksin kedua, dia sudah tertular,” ujar Iris. 

Di sisi lain, Ketua Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (Itagi) Prof.Dr.Sri Rezeki Hadinegoro mengatakan meski ada potensi tertular Covid-19, vaksinasi tetap harus dilaksanakan. Sebab, vaksinasi dapat mengurangi tingkat keparahan yang disebabkan virus corona.

Anggota Tim Komnas Penilai Obat Jarir At Thabari juga menyebut penurunan kasus Covid-19 dapat terjadi jika masyarakat mencapai kekebelan kelompok atau herd imunity. Untuk mencapai herd immunity, pemerintah harus memberikan vaksin kepada 60-70% masyarakat Indonesia. 

Sejauh ini, pemerintah telah mendapatkan 3 juta dosis vaksin dari Sinovac. Sebagian dari vaksin tersebut telah didistribusikan ke seluruh Indonesia.

Selain vaksin Sinovac, pemerintah juga memesan vaksin Novavax sebanyak 50 juta vaksin, Covax/GAVI 54 juta, Astrazeneca 50 juta, dan Pfizer 50 juta. Rencananya pemerintah akan memberikan vaksin virus corona dalam dua periode.

Periode pertama berlangsung selama Januari-April 2021 yang diberikan kepada 1,3 juta tenaga kesehatan, 7,4 juta petugas publik, dan 21,5 juta orang lansia. Selanjutnya, periode kedua pada April 2021-Maret 2022 untuk 63,9 juta masyarakat di daerah dengan tingkat penularan tinggi dan kelompok masyarakat lainnya sebanyak 77,4 juta.

Di sisi lain, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Protokol kesehatan dan vaksinasi dapat memberikan perlindungan ganda terhadap penularan virus corona.

(Penyumbang bahan: Ivan Jonathan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *