Pengamat Penerbangan: Kelaikan Terbang Pesawat Tidak Ditentukan Usia

1 min read


Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Pesawat berjenis Boeing 737-500 ini merupakan buatan tahun 1994 atau sudah berusia lebih dari 26 tahun.

Hal ini menimbulkan dugaan kecelakaan disebabkan pesawat yang sudah tidak layak terbang karena sudah dimakan usia. Namun pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan bahwa tidak ada kaitan antara kelaik-terbangan pesawat dengan usianya.

“Pesawat usia 26 tahun bukan masalah. Usia pesawat tidak ada kaitannya dengan kelaik-udaraan atau safety. Pesawat yang usianya tiga bulan saja bisa mengalami kecelakaan,” kata Alvin kepada Katadata.co.id, Minggu (10/1).

Dia pun menjelaskan bahwa usia pesawat lebih berkaitan dengan efisiensi dan konsumsi bahan bakarnya. Hal ini karena pesawat tersebut masih menggunakan desain dan teknologi lama. Seperti desain sayap, struktur yang masih menggunakan teknologi puluhan tahun.

Pesawat jenis lama pun lebih berat dibandingkan pesawat terbaru karena masih dibuat menggunakan alumunium, sedangkan pesawat baru telah menggunakan bahan yang lebih ringan yakni komposit, termasuk teknologi mesinnya.

“Sehingga efisiensinya menurun karena membutuhkan bahan bakar yang lebih banyak. Juga desain mesinnya. Mesin modern saat ini lebih hemat bahan bakar, lebih senyap, lebih ramah lingkungan,” kata dia.

PENEMUAN SERPIHAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ 182 (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

 

Alvin mengatakan bahwa kelaik-terbangan pesawat ditentukan oleh kedisiplinan operator dalam melakukan perawatan. Kalau operator disiplin melakukan perawatan sesuai petunjuk manualnya, termasuk melakukan pemeriksaan sertifikasi, berapapun usia pesawat tersebut akan tetap layak terbang.

“Mau berusia 20, 30, 50 tahun pun akan tetap memenuhi syarat. Kalau tidak memenuhi syarat tentu tidak akan mendapatkan sertifikasi dari otoritas setempat, asuransi juga tidak akan mau menjamin pesawat tersebut,” kata Alvin.

Sebelumnya Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengatakan bahwa kondisi pesawat dalam keadaan baik, karena sebelumnya terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang. “Tidak ditemukan masalah. Laporan dari maintenance, lancar,” ujar Jefferson pada konferensi pers virtual, Sabtu (9/1) malam.

Sebelum terbang, pesawat mengalami keterlambatan atau delay, namun bukan terkait dengan masalah teknis pesawat tapi karena ketika itu sedang terjadi hujan lebat di Bandara Soekarno-Hatta. “Delayed (terlambat) karena hujan deras sebelum boarding,” kata dia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *