Operasikan Pesawat Tua, Sriwijaya Air Klaim Tak Ada Masalah Sebelumnya

1 min read


Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, hilang kontak pada Sabtu (9/1). Pesawat buatan tahun 1994 itu diduga jatuh di perairan dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Meski sudah berumur lebih dari 26 tahun, Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengklaim bahwa kondisi pesawat dalam keadaan baik, karena sebelumnya terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang.

“Tidak ditemukan masalah (pada penerbangan sebelumnya). Laporan dari maintenance, lancar,” ujar Jefferson pada konferensi pers virtual, Sabtu (9/1) malam, seperti dikutip dari Antara.

Sebelum terbang, pesawat tersebut juga sempat mengalami keterlambatan atau delay selama 30 menit, namun bukan karena masalah teknis. “Delayed (terlambat) karena hujan deras sebelum boarding,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto mengatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan data-data untuk keperluan investigasi, termasuk data cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Kalau cuaca kami koordinasi dengan BMKG. Kami bersama BMKG akan mengevaluasi cuaca saat itu,” kata Soerjanto.

Selain itu ada laporan yang menyebutkan bahwa ada nelayan yang melihat ada pesawat jatuh. “Kami juga akan mewawancarai nelayan yang katanya melihat pesawat jatuh. Saya belum bicara dengan nelayan,” kata dia menambahkan.

Menurut Flightradar 24, penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 menggunakan pesawat jenis Boeing 737-500. Pesawat tersebut dioperasikan Sriwijaya Air sejak 15 Mei 2012.

Namun sebelum Sriwijaya, pesawat tersebut pertama kali dioperasikan oleh maskapai penerbangan asal Amerika Serikat (AS) Continental Airlines pada 31 Mei 1994 hingga 2010. Artinya pesawat tersebut telah berusia lebih dari 26 tahun.

Pada Oktober 2010, Continental Airlines melakukan merger dengan maskapai penerbangan AS lainnya, United Airlines. Operasional pesawat tersebut pun beralih kepada United Airlines.

Boeing 737-500 sendiri merupakan bagian dari keluarga 737, seri pesawat komersial yang paling banyak terbang di dunia. Pesawat jenis ini dikembangkan pada 1960-an untuk melayani rute jarak pendek atau menengah.

Adapun jenis 737-500 mulai beroperasi pada 1990 dan berasal dari generasi kedua dari empat generasi 737, yang disebut 737 Classic.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *