Antisipasi Penularan Covid-19 Antar Anggota Keluarga

1 min read


Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kasus Covid-19 dalam dua bulan terakhir terus melonjak tajam. Mayoritas kasus berasal dari klaster keluarga.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sony Harry B Harmadi mengatakan 40,1% kasus di Jakarta berasal dari klaster keluarga. Hal itu terjadi karena penularan virus corona antar anggota keluarga begitu cepat. 

Pasalnya, ada interaksi yang intensif di dalam keluarga. Selain itu, protokol kesehatan kerap diabaikan saat berada di rumah.

Faktor lainnya yaitu ada anggota keluarga yang bepergian saat libur panjang. “Mobilitas tinggi ke tempat rekreasi, tempat hiburan, dan mal yang menyebabkan kasus harian dan positivity rate cenderung naik,” ujar Sonny dalam acara Katadata Virtual Series bertajuk “Meredam Penyebaran COVID-19 di Klaster Keluarga“, Jumat (8/1).

Untuk menekan klaster keluarga, Satgas Penanganan Covid-19 berupaya membatasi mobilitas. Selain itu, Satgas mengimbau masyarakat untuk mengingatkan pentingnya protokol kesehatan di dalam rumah, terutama kepada tamu atau keluarga dekat yang tidak tinggal bersama. 

Beberapa hal penting yang harus diingatkan yaitu selalu menjaga jarak dan menggunakan masker ketika ada tamu yang datang. Selain itu, batasi anak-anak terutama remaja untuk keluar rumah dan berinteraksi dengan orang lin.

Hal itu berpotensi meningkatkan penularan virus corona. Apalagi anak remaja cenderung memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga bisa terinfeksi tanpa gejala. “Saatnya kita membatasai aktivitas keluar rumah dan dilakukan kalau perlu saja” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala harus dites segera mungkin. Jika hasil tes positif, keluarga harus segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Namun, jika akhirnya dianjurkan isolasi mandiri di rumah, keluarga harus memastikan orang yang terpapar mendapatkan gizi yang baik. Caranya dengan mengonsumsi vitamin C dengan dosis tinggi, sayur, buah, susu, serta air mineral.

Hal tersebut juga berlaku jika ada anggota keluarga yang pernah berkontak erat dengan pasien Covid-19. Menurut dia, seluruh  anggota keluarga harus dites agar tidak terbentuk klaster keluarga.

(Penyumbang bahan: Ivan Jonathan)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *