Di Kabupaten Langkat, Harga Cabai Merah dan Cabai Ijo Mulai Anjlok

1 min read


KOPI, Langkat – Harga pasaran cabai merah yang diperdagangkan di pasar tradisionil di Kabupaten Langkat, Sumut, mulai anjlok (menurun). Biasanya, harga cabai merah yang diperdagangkan seharga Rp.48.000/Kg, turun menjadi Rp.36.000/Kg.

Menurut Bena, salah satu pedagang sayur-sayuran di pasar tradisionil di Tanjung Pura, kepada pewarta-indonesia.com, Jum’at (1/1/2021), mengatakan penurunan harga cabai merah (cabai besar) baru terjadi dalam 1 hari ini. Penurunan harga cabai itu sebesar Rp12.000/Kg. Selain cabai merah besar, harga cabai ijo juga mengalami penurunan.

“Untuk harga cabai ijo, biasanya kita perdagangkan (dijual) seharga Rp28.000/Kg. Namun semalam pagi, harga cabai ijo itu sudah turun menjadi Rp.22.000/kg,” ungkapnya.

Terkait penyebab turunya harga cabai merah, Bena menuturkan, kalau turunnya harga cabai disebabkan banyaknya pasokan cabai merah dan ijo yang berasal dari Tanah Karo. Serta banyak pula petani lokal yang melakukan panen cabai, sementara permintaan cabai oleh konsumen masih stabil atau biasa saja.

Amatan awak media ini, beberapa pasar tradisionil di Langkat, seperti Kecamatan Secanggang, Stabat, Sawit Seberang  dan lainnya, juga mengalami penurunan harga cabai merah dan cabai ijo. Namun ada beberapa komoditi sayuran yang praktis naik dalam beberapa hari ini. Sayuran yang mengalami kenaikan itu berupa sayur kol dan terong biru.

Untuk harga kol, biasanya diperdagangkan seharga Rp.6.000/Kg, naik menjadi Rp.12.000/Kg. Begitu juga pada terong biru, biasa diperdagangkan seharga Rp.6.000/Kg, naik menjadi Rp.12.000/Kg. Kenaikan harga sayur dikarenakan pasokan sayur berkurang (tidak banyak masuk). Untuk komuditi sayur kol, biasanya Kabupaten Langkat dipasok oleh Tanah Karo (Kabupaten Karo), Sumut. Termasuk juga sebagian besar terong biru, juga dipasok dari Tanah Karo dan Kabupaten Langkat sebagian kecilnya. (Reza Fahlevi)

Kunjungi juga kami di www.ppwinews.com dan www.persisma.org

Ingin berkontribusi dalam gerakan jurnalisme warga PPWI…? Klik di sini



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *